Selasa, 09 Agustus 2016

Untuk Para Kaum Adam. Tentang Wudhu, Wanita, Dan Kehormatan.

Alkisah pada suatu hari, Adzan maghrib sudah berkumandang, tapi perjalanan kami (saya dan misua) masih panjang. Maka kami berhenti di masjid terdekat, dan memutuskan untuk sholat disana. Saat saya menuju tempat wudhu WANITA, langkah kaki saya tertahan. Pandangan saya terpaku pada empat orang LELAKI yang khusyuk berwudhu didalam sana. Saya sampai harus menengok lagi tulisan didinding, memastikan ulang bahwa bukan saya yang tersesat. (Hellowwwww)
Oke baiklah,,, Mungkin di masjid ini jarang ada jamaah wanita, jadi tempat wudhu sering kosong. Atau mungkin juga krn lokasinya yg berada di bagian depan masjid, maka tempat wudhu ini lebih dipilih karena lebih dekat. Oke, otak saya berusaha mencari udzur utk mereka. Saya mengalah dan menunggu sampai para lelaki tersebut beranjak dari sana. Setelah mereka selesai, saya masuk ke tempat wudhu WANITA. Aman? Belum. Ketika saya berada di dalam, tiba-tiba seorang bapak masuk...., lalu seorang lagi,.... lalu seorang lagi..... dan Akkkkk!!! Kalau tadi saya mengalah, sekarang saya menyerah. Kobarkan bendera putih dan melipir keluar sambil menahan kesal. Mereka melihat saya pergi, tapi mereka tak peduli. Dengan tenang dan khusyuk melanjutkan membasuh anggota tubuhnya, berwudhu. 

Lain hari saya singgah di masjid lain (masih di kota yang sama). Hal sama terulang lagi. Beberapa jamaah laki laki asyik mengambil wudhu di tempat wudhu WANITA. Dan saya rasa tulisan "WANITA" cukup besar dan mudah untuk dibaca. (Fiuh, ambil nafas dalam-dalam). Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka suami saya mengambil inisiatif untuk menjaga pintu tempat wudhu wanita selama saya berwudhu. Itupun masih ada beberapa orang lelaki yang akan masuk, tapi Alhamdulillah berhasil dicegah.

 Pernah pula suatu hari di masjid yang berbeda. Di masjid tersebut, toilet wanita ada diujung tempat wudhu wanita. Dan hari itu, sebelum berwudhu saya memutuskan untuk ke toilet. Semua aman sampai disitu,,, hingga tiba saatnya saya keluar dari toilet. Eng ing eng... Seorang masmas(iya, benar, masmas yang artinya LAKI LAKI) sedang mengambil air wudhu. Saya shock, amat sangat shock. Beberapa detik setelah itu otak saya bekerja cepat mencari kata-kata yang pas untuk menegur. Tapi sebelum kalimat saya terucap, sang masmas lebih dahulu berkata "Gak papa mbak, silakan wudhu aja gakpapa" sambil tersenyum mempersilakan. (Seolah artinya, silakan mbak, gak usah malu, mbak wudhu aja, saya gpp). Doeng...!!! Ini siapa toh yang harusnya ngerasa salah tempat. Untung Alloh masih menjaga saya sehingga saat itu saya masih berhijab lengkap. 

Kejadian ini tidak sekali dua kali saja saya alami. 

Memang, wanita lebih baik sholat di rumah. Memang, jamaah wanita sangat jarang ada di masjid-masjid, tapi bukan berarti tidak akan ada jamaah wanita disana kan? Masjid-Masjid yang saya ceritakan, lokasinya ada di pinggir jalan raya. Jadi, siapapun bisa singgah disana. Bukankah ketika dibuat tempat wudhu wanita, maka ada tempat wudhu pria? Untuk saya, ini bukan perkara remeh,,, karena melihat jamaah pria dengan entengnya masuk ke tempat wudhu wanita, bahkan ketika ada wanita didalamnya, membuat saya berfikir. Sebeginikah zaman sekarang, hingga wanita tidak lagi dihargai dan dilindungi kehormatannya. (Tidak perlu mencari siapa yang salah, mari sama-sama berintrospeksi diri) 

Lewat tulisan ini, semoga,,yang membaca, terteguhkan hatinya untuk tidak melakukan hal tersebut. Syukur alhamdulillah bila mau ikut mengingatkan jika melihat orang lain melakukannya. Amin.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar