Sabtu, 23 Oktober 2010

BALADA TPT PADA SUATU HARI PART 4 (SUARA MISTERIUS, LAGI)

shock.. dan gag bisa berkata apa2..

ini yang aku alami pagi ini, saat ibu2 sang penjual makanan (yang pada part kemarin aku ceritakan), menyapaku pagi ini. masih melanjutkan cerita yang kemarin ttg suara pada nomer antrian..(bagi yang gag nyambung, bisa dibaca dulu pada part sebelumnya). pagi ini, sang ibu lewat di depan mejaku... dan langsung menyapa..."udah seh, bilang ENOL ENOL gitu.."

Aku hanya bisa tertawa mendengarnya.. kemudian, sebuah peristiwa heroik pun terjadi (halah) sang ibu mendatangiku dan menengok ke mejaku. dengan penuh penasaran, dia menilik ke kanan dan kekiri. apa yang dicari, batinku. aku hanya diam sampai sang ibu akhirnya bertanya, "Mana microphonenya?"

hah? sumpah, aku waktu itu hanya bisa diam... bengong.. dan terpana....



ini belum apa2, jika teringat kejadian kemarin yang diceritakan oleh bapak K..

jadi, ceritanya, ada seorang wepe yang sedang dilayani di loket tetangga. Iseng2 dia bertanya (entah iseng atau beneran nanya), "Yang manggil antrian siapa sih pak?"

sang petugas pun dengan santainya menjawab, "itu, mbak yang di loket 3, pakai jilbab hitam dan berkacamata. suaranya mirip kan?"

"Oh,"jawab sang wepe dengan penuh kepercayaan. tapi karena masih penasaran, dia bertanya lagi, "Tapi pak, kok mbaknya malah duduk disitu?"

"trus harusnya duduk dimana?"tanya sang petugas yang juga heran dengan pertanyaan sang wepe uniknya.

"kan harusnya duduknya di dekat mesin antrian itu pak,"

OMG PARAH.

kemudian pertanyaan aneh berikutnya muncul.

"Pak, tapi kok mbak nya bisa tahu ya pak, sekarang nomer antrian berapa, kok nggak salah ya pak?"

speechless

"Ada deh,"jawab sang petugas dengan membatin neh wepe Tololnya kok gag nambah-nambah... ^^

alhasil, ketika sang wepe duduk di kursi tunggu, (nunggu mau bayar di bank barangkali), sang wepe ngeliatin aku terus. (alhamdulillah saya tidak menyadari).

sepertinya dia masih penasaran, atau mungkin dia sedang menunggu momen aku memanggil nomer antrian.





apakah akhirnya sang wepe menyadari bahwa dia telah ditipu oleh sang petugas berinisial K , atau malah dia tetap hidup dengan rasa penasaran atas misteri suara misterius yang belum terjawab?

hanya dia dan Tuhannya yang tahu....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar