Kamis, 26 Agustus 2010

SETAHUN YANG LALU ANTARA HIDUP DAN MATIKU


17 Agustus satu tahun yang lalu,,
aku masih ingat sakit itu.. sakit yang amat sangat..sakit paling sakit yang pernah aku rasakan seumur hidupku..setiap sel di dalam tubuh ini.. rasanya ingin berteriak...jiwa ini serasa ingin melompat keluar dari tubuhku...karena dada ini sudah tidak mampu menampung segala rasa..


aku ingat saat itu, aku ingin berlari...ingin meregangkan tubuhku yang sudah mulai payah...ingin melarikan diri dari semua ini..aku ingin istirahat sejenak,karena sedari pagi, tubuh ini tidak berhenti melawan kesakitan..tapi apalah daya, selang2 infus dan oksigen membelilit gerakku..

aku tidak ingat siapa saja yang mengunjungiku saat itu..silih berganti orang datang dan pergi... tapi, aku terlalu letih untuk membuka mata atau hanya menyapa mereka..lebih nyaman untukku menahan semua rasa dalam gelap..karena terang membuat segalanya terasa lebih berat..

tapi aku ingat ada kamu,, yang setia selalu berada di sisiku..yang kugenggam selalu tanganmu untuk meredakan sakitku.. yang selalu berbisik menyemangatiku..agar aku tidak goyah dan menyerah.. yang selalu mem,bujukku untuk makan dan minum, padahal untuk bernafas saja aku harus mencuri2-curi waktu.. Aku ingat saat dirimu dengan lembut membujukku, tapi aku dengan kasar membentakkmu.. dan kau tetap sabar berada di sisiku.. dan aku ingat,, saat aku sesaat membuka mata untuk melihat wajahmu, kulihat ada titik air mata di sudut matamu..

aku ingat Ibuku menangis tersedu di sampingku...sambil terus berdoa dan membasuh keningku..sayup sayup kudengar suaranya terisak melantunkan ayat-ayat suci Al Quran di sampingku..

aku ingat ayahku disana..sekali itu baru kulihat Beliau begitu khawatir padaku..Sekali itu baru kulihat wajahnya cemas memandangku..sesekali memegang erat tanganku yang bergetar hebat..ketika tanganku menggapai2 mencari pegangan.. tanpa ragu, tangan Ayahkulah yang langsung menggapaiku...

Baru kusadari mengapa semua perawat dan dokter, mewanti-wantiku pagi tadi..
" Mbak, sudah siap kan?", "Mbak tahan sakit kan?", pertanyaan yang sama berulang-ulang..
akupun dengan tekad bulat berkata "siap".. Aku sama sekali tidak takut jika nantinya akan menghadapi kematian dalam proses ini...
karena aku ingat, ini adalah salah satu ladang jihad bagi wanita... Ya Alloh, nama-Mu yang selalu kusebut dalam setiap nafasku kala itu...
tapi ternyata, aku hampir saja menyerah...

sudah 2 hari aku berada di rumah sakit..
semua berawal ketika aku mengalami pecah ketuban dini, tgl 15 Agustus 2009 pukul 23.000..tapi karena sedang berada di rumah mertua, aku tidak enak jika harus malam itu ke rumah sakit..
paginya,kami berangkat..
masalah muncul ketika aku tidak kunjung kontraksi,..obat2 perangsang kontraksi, tidak juga kunjung membuahkan hasil,dan diputuskan, tgl 17 Agustus 2009 pukul 08.00 aku menjalani induksi.

awalnya tekadku bulat untuk melahirkan normal tanpa operasi,tapi setelah infus induksi bereaksi.. dan semakin berat untukku..hampir saja aku menyerah..hampir saja aku berkata "aku ingin operasi"...

7 jam nonstop aku mengalami kontraksi karena induksi..yah.. benar-benar nonstop.
berbeda dengan kontraksi alami, yang ada jeda diantaranya...kontraksi induksi hampir tidak ada jeda untukku..untuk menelan sesuap nasipun tidak ada kesempatan, sebelum tertelan, kontraksi sudah menyerang lagi....bahkan untuk bernafas saja, serasa tidak cukup oksigen di sekelilingku.. hingga selang oksigen harus membantuku..

Alloh SWT tidak pernah memberi cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.. itulah yang selalu kuingat, sehingga membuatku kuat.. jika banyak wanita-wanita lain menang di ladang jihad ini, mengapa aku tidak bisa?..
dan pertolongan Alloh SWT terasa begitu dekat,,ketika dokter akhirnya melepaskan infusku pukul 3 sore, artinya induksiku berakhir...
lega yang amat sangat..
sudah bukaan 4 katanya...
Alhamdulillah...
tapi kisah ini belum berakhir... aku masih harus merasakan kontraksi alami berikutnya..
setelah induksi yang aku alami, kontraksi kali ini lebih mudah untukku..ada waktu selang diantara datangnya kontraksi,, ada waktu selang untukku menikmati tubuh yang sehat, ada waktu selang untukku menghela nafas,, dan ada selang waktu mengatur nafas untuk menyambut datangnya kontraksi berikutnya...

hingga Akhirnya, nikmat Alloh yang luar biasa datang padaku,,,
pukul 21.30...
akhirnya, dokter mengatakan bahwa bukaanku sudah sempurna..
buah hati kecil kami siap untuk menemui kami..
semua perih, lelah, penat, dan sakit, seketika hilang saat kudengar suara tangisanmu.
suara pertamamu di dunia ini...
walaupun satu hal yang kusesali, aku tidak sempat menjadi yang pertama melihat wajah cantikmu di dunia ini...


terima kasih untuk suamiku yang selalu menemaniku,,
mendukung, dan mendoakanku.. Yang selalu sabar berada disisiku...

terima kasih untuk Ibu dan ayahandaku yang tak putus-putus berdoa untukku..
semua itu menyadarkanku, perjuanganmu untuk melahirkanku tentu tidak kalah beratnya..
dan perlu seumur hidupku untuk membalas semua yang kalian berikan padaku..

terima kasih untuk keluarga dan semua yang telah membantuku...

dan teruntuk putri kecilku...
yang selalu tersenyum manis, dengan lesung pipitnya..
terima kasih karena telah berjuang bersamaku...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar