Kamis, 26 Agustus 2010

BALADA TPT PADA SUATU HARI (no. antrian)

KISAH 1.

Ada seorang bapak tua, kalau ini sang bapak bener2 tua.. bingung sendiri di depan loket.
akhirnya Beliau memutuskan untuk menghampiri loketku..
"Mbak, saya mau nanya?"kata sang bapak.
karena kebetulan waktu itu aku lagi sibuk, maka segera saja aku bertanya"Bapak sudah ambil nomer antrian?"
"ini mbak, saya cuma mau nanya,"kata sang Bapak memaksa, sambil menyodorkan SPPT.
"Kok naiknya banyak banget ya Mbak, PBB saya,"tanya sng Bapak.
"oh, Bapak, mau nanyain PBB? kalo PBB di loket 6 Pak, Bapak silakan ambil nomer antrian dulu Pak,"kataku dengan ramah.(Huehehe)
nah, sang BApak bingung lagi..malah langsung aja sang BApak menuju kearah Loket 6.
"Ambil antrian dulu Pak,"kataku sekali lagi.
sang bapak teteup aja bingung, sampai akhirnya ada seorang satpam baik hati yang mengambilkan nomer antrian.
"Loket 6 yang mana Mbak?"kata BApak itu kemudian..(oh, Bapaknya bingung ya, mana yang loket 6)
"itu pak, di ujung, silakan Bapak keloket paling ujung pak,"jelasku.
"Kesana ya mbak?"kata sang Bapak sambil mengacungkan jarinya ke arah loket 6.
aku pun menganggung menyetujui.
dan dengan langkah pasti sang BApak berjalan.. menuju ke...

eh.. malah masuk ke ruang PDI..
gubrak...
"sini sini pak, disini."teriakku menyelamatkan.
upz..


BALADA TPT PADA SUATU HARI

based on d'true story..

once upon a time, in KPP Pratama Teluk Betung..
hari itu beberapa hari setelah kami pindah kantor. awalnya kami akan pindah ke kantor baru awal Mei, tapi karena sebuah insiden, maka kebijakan segera pindah diambil.
tentu saja banyak sekali wepe yang blm tau kepindahan kami, nah dan karena gedung kantor baru kami kueren abiz.. kata tetua di lingkungan rumahku seh.. "Gedung Kantor Pemerintah Paling Bagus se Lampung"

SETAHUN YANG LALU ANTARA HIDUP DAN MATIKU


17 Agustus satu tahun yang lalu,,
aku masih ingat sakit itu.. sakit yang amat sangat..sakit paling sakit yang pernah aku rasakan seumur hidupku..setiap sel di dalam tubuh ini.. rasanya ingin berteriak...jiwa ini serasa ingin melompat keluar dari tubuhku...karena dada ini sudah tidak mampu menampung segala rasa..


aku ingat saat itu, aku ingin berlari...ingin meregangkan tubuhku yang sudah mulai payah...ingin melarikan diri dari semua ini..aku ingin istirahat sejenak,karena sedari pagi, tubuh ini tidak berhenti melawan kesakitan..tapi apalah daya, selang2 infus dan oksigen membelilit gerakku..

aku tidak ingat siapa saja yang mengunjungiku saat itu..silih berganti orang datang dan pergi... tapi, aku terlalu letih untuk membuka mata atau hanya menyapa mereka..lebih nyaman untukku menahan semua rasa dalam gelap..karena terang membuat segalanya terasa lebih berat..

tapi aku ingat ada kamu,, yang setia selalu berada di sisiku..yang kugenggam selalu tanganmu untuk meredakan sakitku.. yang selalu berbisik menyemangatiku..agar aku tidak goyah dan menyerah.. yang selalu mem,bujukku untuk makan dan minum, padahal untuk bernafas saja aku harus mencuri2-curi waktu.. Aku ingat saat dirimu dengan lembut membujukku, tapi aku dengan kasar membentakkmu.. dan kau tetap sabar berada di sisiku.. dan aku ingat,, saat aku sesaat membuka mata untuk melihat wajahmu, kulihat ada titik air mata di sudut matamu..

aku ingat Ibuku menangis tersedu di sampingku...sambil terus berdoa dan membasuh keningku..sayup sayup kudengar suaranya terisak melantunkan ayat-ayat suci Al Quran di sampingku..

aku ingat ayahku disana..sekali itu baru kulihat Beliau begitu khawatir padaku..Sekali itu baru kulihat wajahnya cemas memandangku..sesekali memegang erat tanganku yang bergetar hebat..ketika tanganku menggapai2 mencari pegangan.. tanpa ragu, tangan Ayahkulah yang langsung menggapaiku...

Baru kusadari mengapa semua perawat dan dokter, mewanti-wantiku pagi tadi..
" Mbak, sudah siap kan?", "Mbak tahan sakit kan?", pertanyaan yang sama berulang-ulang..
akupun dengan tekad bulat berkata "siap".. Aku sama sekali tidak takut jika nantinya akan menghadapi kematian dalam proses ini...
karena aku ingat, ini adalah salah satu ladang jihad bagi wanita... Ya Alloh, nama-Mu yang selalu kusebut dalam setiap nafasku kala itu...
tapi ternyata, aku hampir saja menyerah...

sudah 2 hari aku berada di rumah sakit..
semua berawal ketika aku mengalami pecah ketuban dini, tgl 15 Agustus 2009 pukul 23.000..tapi karena sedang berada di rumah mertua, aku tidak enak jika harus malam itu ke rumah sakit..
paginya,kami berangkat..

sharing.. bapak, papa, ayah..



(Copas : Dari Facebook Bpk. Sigit Aryokusumo)

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……